Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Penutupan sementara Simpang Duren, Jalan Ki Hajar Dewantara, Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) berimbas pada kemacetan kendaraan.
Akibatnya, sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap arus lalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Tangsel mendapatkan banyak keluhan.
Namun sayangnya, penutupan jalan karena adanya proyek perbaikan jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tangsel itu minim koordinasi.
"Kami sudah mengetahui perihal pekerjaan di Simpang Duren. Akan tetapi, kami tidak mengetahui bagaimana teknis pekerjaan di lapangan," ucap Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Lalu Hedwin Hanggara saat dikonfirmasi, Jumat (11/10/2019).
BACA JUGA:
Lalu menyebut, sejak ditutupnya jalan tersebut pada Rabu (9/10/2019), pihaknya telah berinisiatif melakukan upaya koordinasi dengan pihak DPU Kota Tangsel.
"Dan hasilnya setelah berhari-hari kami tidak mendapatkan respon dari pihak dinas PU sampai dengan pekerjaan tersebut dimulai," tuturnya.
Sampai akhirnya, kata Lalu, pihaknya bingung lantaran banyak aduan dan keluhan dari masyarakat.
"Atas terjadinya kemacetan arus lalu lintas tersebut," imbuhnya.
Terkait permasalahan ini, Lalu menyebut akan melakukan pertemuan dalam waktu dekat ini.
"Langkah selanjutnya kami akan memanggil pihak-pihak terkait ke Polres Tangerang Selatan," pungkasnya.(RAZ/RGI)
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama sektor industri terus berupaya menekan angka pengangguran terbuka melalui pengembangan pendidikan vokasi dan penguatan kompetensi tenaga kerja.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews