Connect With Us

Disdukcapil Tangsel Terbitkan Ribuan Akta Kematian

Yudi Adiyatna | Selasa, 5 November 2019 | 23:23

| Dibaca : 887

Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kota Tangerang Selatan gelar kegiatan Pelayanan pembuatan Akta Kematian 2019 di Kantor Kecamatan Ciputat, Selasa (5/11/2019). (TangerangNews/2019 / Yudi Adiyatna)

 

TANGERANGNEWS.com-Selama tahun 2019, Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menerbitkan ribuan akta kematian. Tercatat, 4.044 akta kematian telah diterbitkan.

Kepala Seksi perubahan Status Anak Pewarganegaraan dan Kematian Pada Dinas Dukcapil Kota Tangsel Fara Diba menjelaskan, data terssebut merupakan angka terakhir per 1 November lalu. Belum  termasuk, pembuatan akta kematian yang ke tujuh di tahun 2019 yakni di Kecamatan Ciputat.

“Kalau hari ini belum di jumlah. Dari pagi dari jam setengah 8 sampai jam 12, yang belum dibuat enggak nyampe 50-an akta kematian. Hanya sekitar 40-an akta,” katanya saat melakukan Pelayanan pembuatan Akta Kematian 2019 di Kantor Kecamatan Ciputat, Selasa (5/11/2019). 

Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan gelar kegiatan Pelayanan pembuatan Akta Kematian 2019 di Kantor Kecamatan Ciputat, Selasa (5/11/2019).

Dia menjelaskan, jemput bola yang dilakukan pihaknya untuk pembuatan akta kematian di Kecamatan Ciputat merupakan jemput bola terakhir yang dilakukan di 2019. Sebab, pihaknya selama 2019 ini pihaknya hanya jemput bola sebanyak 7 kali di Kota Tangsel. Untuk masing-masing kecamatan satu kali.

“Sudah sekitar dua bulanan kami sudah mulai melaksanakan penerimaan berskah semua akta. Bukan hanya akta kematian tapi akta kelahiran juga diserahin ke keluarhan,” tambahnya.

Nantinya, lanjut dia, apabila akta sudah selesai maka operator kelurahan yang sudah ditunjuk oleh Dukcapil akan mengantarkan ke kelurahan masing-masing. Hal tersebut untuk mempermudah masyarakat.

Dia menambahkan, kendala dalam pembuatan akta kematian mayoritas KTP warga yang sudah meninggal masih menggunakan KTP lama. Sehingga membutuhkan waktu untuk memulihkan data terlebih dahulu.

“Dinas memprosesnya selama 14 hari kerja,” ucapnya.

Baca Juga :

 

Dia menuturkan, rencana di 2020 pihaknya hanya akan melakukan jemput bola satu kali. Karena Dinas Dukcapil ingi mencoba pelayanan yang ada di kelurahan. “Cuma sekali setahun untuk tahun depan. Kita coba dulu untuk bagaimana progres dengan program kelurahan itu,” imbuhnya.

Meskipun demikian, dia menegaskan, semua pelayanan yang dilakukan oleh Dinas Dukcapil Tangsel tanpa dipungut biaya. Baik itu pelayanan keliling maupun yang berada di kantor, termasuk di kantor kelurahan. 

“Sebenarnya pun kalau enggak di sini ke kelurahan sama aja gratis. Enggak ada bedanya, cuma paling waktunya lebih lama,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Cimanggis Kecamatan Cipuatat Rubuni, 44, mengatakan, sebelumnya dirinya sudah mengurus akta kematian suaminya pada dua bulan lalu. Namun, karena ada berkas yang belum lengkap akhirnya dia menunda membuat akta kematian suaminya itu.

Menurutnya, dengan adanya jemput bola dari Dinas Dukcapil sangat membantu dirinya. terlebih di pelayanan keliling itu hanya membutuhkan waktu satu hari.

"Pak RT ngasih info mau bikin akta kematian di kecamatan sehari langsung jadi. Gratis. Saya merasa pelayanan bagus dan cepat, warga jadi cepat membuatnya. Enggak harus pulang, ditungguin bisa selesai,” katanya.(RMI/HRU)

BANTEN
Nyaris Roboh, Rumah Nenek Sarfiah Dibangun TNI

Nyaris Roboh, Rumah Nenek Sarfiah Dibangun TNI

Sabtu, 4 Juli 2020 | 13:42

TANGERANGNEWS.com-Nenek Sarfiah, 80, tinggal sebarang kara di rumah tak layak huni di Pejaten, Kelurahan Cikerai, Cilegon. Sarfiah tinggal selama

BANDARA
Penumpang COVID-19 Lolos di Bandara Soetta, Ini Kata KKP

Penumpang COVID-19 Lolos di Bandara Soetta, Ini Kata KKP

Jumat, 3 Juli 2020 | 11:11

TANGERANGNEWS.com-Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta (Soetta) semakin memperketat pengawasan pemeriksaan dokumen kesehatan calon penumpang

KOTA TANGERANG
Lima Pengajar di Ponpes Kota Tangerang Positif COVID-19

Lima Pengajar di Ponpes Kota Tangerang Positif COVID-19

Selasa, 7 Juli 2020 | 12:32

TANGERANGNEWS.com-Kekhawatiran Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah adanya cluster baru COVID-19 akhirnya terjadi. Pasalnya, ditemukan lima pengajar di Pondok Pesantren Kota Tangerang yang positif COVID-19

MANCANEGARA
Napoleon, Ikan dari Indonesia Mulai Muncul Lagi

Napoleon, Ikan dari Indonesia Mulai Muncul Lagi

Jumat, 3 Juli 2020 | 09:45

TANGERANGNEWS.com-Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus)adalah ikan yang hidup diperairan terumbu karang. Konon dinamakan ikan Napoleon karena bentuk tonjolan di kepala ikan ini

"Dengan Hidup yang Hanya Sepanjang  Setengah Tarikan Napas, Jangan Tanam Apapun Kecuali Cinta."

Jalaluddin Rumi