Connect With Us

Ternyata ini Pemicu Adik Bacok Kakak Kandung di Pamulang

Rachman Deniansyah | Kamis, 5 Desember 2019 | 19:11

Kanit Reskrim Polsek Pamulang Iptu Totok Riyanto, (didepan) saat menjelaskan kasus perkelahian kakak beradik hingga berujung pembacokan yang tinggal di wilayah Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan. (TangerangNews/2019 / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Salman Alfarizi, 41, pelaku pembacokan terhadap kakak kandungnya sendiri, kini hanya bisa menyesali perbuatannya. Sebab, hanya karena mengejar pundi-pundi rupiah, ia harus mendekam di penjara.

Mengenakan kaos merah, celana pendek, dan peci di kepalanya, Salman hanya bisa menundukan kepalanya saat digelandang anggota Polsek Pamulang, Senin (5/12/2019). 

Dia ditangkap lantaran telah mmbacok Nurman, 43, yang tak lain adalah kakak kandungnya sendiri di jalan Raya Pondok Salak, Pondok Benda, Pamulang, Tangsel.

Kepada TangerangNews, Salman yang pernah menjadi dosen di salah satu universitas swasta di Pamulang itu mengaku nekat melakukan pembacokan, karena kesal tak dibagi hasil penjualan tanah warisan oleh kakak kandungnya itu. 

"Hasil penjualannya saya enggak dikasih.  Padahal saya ada hak di situ, karena saya dua bersaudara saya sama abang saya.  Maksud saya, meski tidak rata pembagiannya, tapi asal ada,  tapi ini dimakan semua," ucap Salman di Mapolsek Pamulang, Jalan Surya Kencana, Pamulang Barat, Pamulang, Tangsel.

Baca Juga :

 

Kekesalan pelaku memuncak saat mengetahui tanda tangannya dipalsukan oleh kakaknya untuk melakukan jual beli tanah warisan tersebut. 

Padahal, kata Salman, dalam proses penjualan tanah tersebut harus diketahui dan ditanda tangani langsung olehnya yang juga ahli waris. 

"Seharusnya kan ada tanda tangan saya dulu, tapi tanda tangan saya di palsukan. Seharusnya kan ada teken saya juga," tuturnya. 

Peristiwa itu kemudian memantik emosinya. Salman pun bergegas ke rumah kakaknya untuk menanyakan masalah tersebut. 

Namun, kata dia, kedatangannya tidak disambut dengan baik. Maka pertengkaran pun tak bisa dihindarkan lagi. 

Hingga akhirnya Salman pun naik pitam dan membacok kakaknya itu.

"Saat saya sampai sana, istrinya malah mancing-mancing lempar galon ke saya gitu. Sampai ribut-ribut. Saya dikeroyoki kakak saya dan istrinya itu. Saya hanya bertahan. Tapi tangan saya ditahan, dan didekat saya ada golok, akhirnya saya pakai itu," katanya. 

Setelah membacok kakaknya, Salman meninggalkan lokasi. Hingga akhirnya tim Vipers Polsek Pamulang menangkapnya dan menggelandang ke Mapolsek Pamulang. 

"Saya menyesal sudah membacok, saya hanya memperjuangkan hak warisan saya," imbuhnya. 

Namun, penyesalannya itu tak berguna lagi. Nasi sudah menjadi bubur. Kini, Salman harus mempertaggung jawabkan perbuatannya tersebut. 

Salman harus mendekam di balik jeruji paling lama 5 tahun karena disangkan melanggar Pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka berat.(RMI/HRU)

TANGSEL
Amankan 18 CCTV dan Tabung Gas 50 Kg, Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan Ledakan di Pasar Cimanggis

Amankan 18 CCTV dan Tabung Gas 50 Kg, Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan Ledakan di Pasar Cimanggis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:13

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri terus bergerak cepat mengusut tuntas insiden ledakan maut di Komplek Ruko Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill