Connect With Us

Keringat Tukang Sol di Tangerang Sukseskan 4 Anaknya

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 6 April 2018 | 16:00

| Dibaca : 2915

Pak Kumis tukang sol sepatu keliling di wilayah Kota Tangerang. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)


TANGERANGNEWS.com-Panasnya terik matahari tak menghalangi pria separuh abad ini terus mencari nafkah demi kelangsungan hidupnya beserta keluarga.

Pak Kumis begitu akrab ia disapa sebagai tukang sol sepatu keliling di wilayah Kota Tangerang.

Langkah kakinya yang tak muda lagi masih sanggup mengayuh sepeda yang setia menemani kemana pun Pak Kumis pergi.

Ia terus berkeliling untuk membantu orang - orang yang ingin memerlukan jasanya tanpa mengenal lelah.

Pak Kumis menjalani pekerjaannya tersebut sedari dirinya berusia 15 tahun atau tepat pada tahun 1983. Ia berujar, sejak Kota Tangerang belum semegah seperti sekarang ini.

"Sudah lama di sini dari zamannya sekali sol sepatu dibayar Rp50 perak," ujar Pak Kumis di Komplek Pengayoman, Sukasari, Kota Tangerang, Jumat (6/4/2018).

Pak Kumis mengontrak sepetak rumah di Kampung Buaran, Kota Tangerang untuk dirinya tinggal dan beristirahat. Ia kerap mangkal di Komplek Pengayoman.

Penghasilannya pun tak menentu. Meskipun tangannya masih lincah memainkan jarum dan benang nilon untuk diselipkan di sela-sela sudut bawah sepatu yang rusak, tetapi hari demi hari orderannya kian sepi.

"Sekarang mah orderan sol sepatu sudah sepi. Padahal selalu keliling tapi nggak ada yang manggil-manggil," ucap Pak Kumis.

Terkadang dalam sehari, ia hanya mengerjakan dua dan tiga pasang sepatu saja. Dan mampu mengantongi uang Rp25 ribu hingga Rp35 ribu, namun pendapatan itu tidak membuat Pak Kumis putus asa.

Penghasilannya itu selalu disisipkannya untuk keluarganya yang berada di kampung halamannya, Cianjur Jawa Barat.

Hanya empat bulan sekali Pak Kumis pulang ke kampung halamannya itu untuk melihat keceriaan keluarganya.

Pak Kumis rela pergi pagi pulang malam hanya untuk Istri dan satu anak perempuan serta tiga anak laki-lakinya bertahan hidup.

Tanggungan itu membuatnya menjadi lebih bersemangat mencari nafkah untuk kesuksesan keempat anaknya.

Kucuran keringatnya telah berhasil menyekolahkan seluruh anaknya hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), walaupun keluarganya tak tahu betapa sulitnya mencari uang di Kota Tangerang sebagai pemberi jasa sol sepatu.

Pada kesempatan ini, Pak Kumis berpesan bahwa kunci keberhasilan itu hadir atas kesabaran dan ketekunan serta rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikannya kesehatan.

"Saya di sini hanya untuk keluarga. Keluarga bagi saya kekayaan yang sangat nyata," imbuh Pak Kumis.(RAZ/HRU)

KAB. TANGERANG
Berenang, Remaja Cisauk ini Hanyut di Bekas Galian Pasir

Berenang, Remaja Cisauk ini Hanyut di Bekas Galian Pasir

Minggu, 21 Oktober 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Muhamad Ilham, 17, remaja berusia 17 tahun tenggelam di danau bekas galian pasir di wilayah Perumnas Suradita RT 17/04, Desa Suradita, Kecamatan Cisauk Kabupaten Tangerang, Sabtu (20/10/2018) sore kemarin.

AYO! TANGERANG CERDAS
Program Listrik 35 Ribu MW, SMK OL BSD Diminta Cetak Teknisi

Program Listrik 35 Ribu MW, SMK OL BSD Diminta Cetak Teknisi

Kamis, 18 Oktober 2018 | 17:46

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah saat ini tengah gencar melakanakan program listrik 35 ribu megawatt (MW) dengan membangun sejumlah

KOTA TANGERANG
Hari Pangan Sedunia, Gereja di Tangerang Bagikan Ribuan Makanan Gratis

Hari Pangan Sedunia, Gereja di Tangerang Bagikan Ribuan Makanan Gratis

Senin, 22 Oktober 2018 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda (HSPMTB) menggelar Festival Kuliner Nusantara di Cisadane Walk, Kota Tangerang, Senin (22/10/2018).

WISATA
Menilik Kisah Malin Kundang di Pantai Air Manis Padang

Menilik Kisah Malin Kundang di Pantai Air Manis Padang

Rabu, 26 September 2018 | 12:00

TANGERANGNEWS.com-Kalau kamu orang Indonesia asli, pasti sudah nggak asing ya dengan legenda Malin Kundang. Cerita rakyat dari Sumatera Barat ini sudah diperkenalkan kepada anak-anak sejak kecil.

"Tidak peduli seberapa lambat Anda bisa berjalan, yang penting Anda tidak berhenti."

Confucius