Connect With Us

Korry Elyana, Dosen UMT yang Sering Disangka Mahasiswi

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 12 November 2019 | 15:45

Korry Elyana, dosen ilmu komunikasi di Universitas Muhammadiyah Tangerang (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com—Korry Elyana, dosen ilmu komunikasi di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) kerap disangka mahasiswi oleh mahasiswanya.

Ia disangka mahasiswi dan kerap digoda karena parasnya yang cantik. Padahal, wanita yang kini genap berusia 32 tahun ini telah menikah dan memiliki dua buah hati.

Kepada TangerangNews, hijabers ini mengaku santai bila dianggap seperti mahasiswi oleh mahasiswa saat mengajar di lingkungan kampus UMT.

BACA JUGA:

"Memang saya selalu dianggap seperti mahasiswi kalau lagi mengajar. Bahkan, mahasiswa, apalagi mahasiswa baru terkadang bengong itu dosennya apa bukan. Tapi saya anggap santai," ujarnya di kampus UMT Pusat, Cikokol, Kota Tangerang, Selasa (12/11/2019).

Korry menganggap wajar bila mahasiswanya salah menyangka. Namun, kewajaran itu diberikan bila masih dalam batas kesopanan.

"Semakin ke sini mahasiswa sudah pada kenal kok kalau aku ini dosennya," ucapnya.

Korry merupakan alumnus magister ilmu komunikasi di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada 2014. Saat itu, ia berkuliah sambil bekerja sebagai pewarta foto di sebuah surat kabar dan sempat menjadi tenaga ahli kehumasan di Kemenpan-RB.

"Setelah lulus S2, aku ditawari untuk menjadi dosen UMT. Aku pun melamar dan diterima. Akhirnya setelah menjadi dosen, semua pekerjaan itu aku lepas semua," jelasnya.

Tak hanya aktif menjadi dosen, ia juga aktif di komunitas Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Kota Tangerang. Di Genpi, ia menjabat sebagai ketua.

Alasannya aktif di Genpi karena melihat sikap pemuda saat ini kurang kritis. Jika pun ada pemuda kritis, tetapi tidak ada wadahnya. Maka, Genpi sebagai ruang bagi pemuda kritis untuk memajukan pariwisata di Kota Tangerang.

"Kota Tangerang memerlukan pengkritik bila ada sesuatu yang kurang bagus," ucapnya.

Selain itu, Korry juga merupakan konsultan politik yang kini menjabat sebagai Direktur Bagian Penelitian di lembaga RePORT. Ia pula aktif, menjadi kepala humas di perusahaan cukur rambut online DKapster.

Korry menyebut, kesibukannya di eksternal kampus tidak mengganggu tugas dan tanggung jawabnya sebagai dosen di UMT.

"Tidak mengganggu kok. Yang penting harus pinter-pinter mengatur waktu," pungkasnya.(MRI/RGI)

TEKNO
ADVAN Hadirkan Promo Back to School di Supermal Karawaci, Laptop Mulai Rp4 Jutaan Cocok untuk Pelajar

ADVAN Hadirkan Promo Back to School di Supermal Karawaci, Laptop Mulai Rp4 Jutaan Cocok untuk Pelajar

Senin, 6 Juli 2026 | 18:08

ADVAN Indonesia memanfaatkan momentum tahun ajaran baru dengan menghadirkan promo Back to School melalui pembukaan ADVAN Store by Grand Computer di Supermal Karawaci, Tangerang.

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

BANTEN
Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:39

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill