KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Warga dan pengusaha kuliner di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjerit karena terdampak parah dengan ditutupnya Jalan Perimeter Selatan yang terjadi pada 5 Februari 2018 lalu.
Mereka mendesak agar Pemerintah Kota Tangerang bereaksi kepada PT Kereta Api Indonesia agar jalan tersebut kembali menjadi akses. “Tidak mudah bertahan sampai setahun lebih ini, diantara kami sudah ada yang tutup. Tidak sanggup bertahan selama ini,” ujar Firman, seorang pengusaha kuliner di Jalan Marsekal Suryadarma, Neglasari, Kota Tangerang, kemarin.
BACA JUGA :
Menurutnya, pemerintah harus turun untuk membantu perekonomian, tidak hanya meminta pajak atas pendapatan dari usahanya.“Seharusnya Pemkot Tangerang memikirkan kami, tidak melulu bicara pajak. Pajak dari kami itu ya semestinya digunakan juga buat mikir usaha kami, berikan kami jalan dong jangan diam,” tuturnya.
Senada dengan para pengusaha kuliner di Neglasari. Warga Tangerang Raya yang bekerja di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pun demikian.
“Jujur ini membuat kami semakin terhimpit dengan kondisi ekonomi. Akses semakin jauh, jalan rusak, ya otomatis semakin banyak pengeluaran,” jelas Pedro seorang pegawai di bandara tersebut.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGInsiden ledakan besar mengguncang kompleks ruko Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Rabu 14 Oktober 2026, sekitar pukul 18.30 WIB.
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews