KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com—Sebanyak 11 juta dosis vaksin tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (2/1/2021), sekitar pukul 11.00 WIB.
Vaksin ini diantar dengan pesawat Singapore Airlines SQ 0801.
Juru bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia mengatakan, vaksin berisi 10 juta dosis yang merupakan bahan baku vaksin Sinovac dan satu juta dosis tambahan overfill.
"Overfill ini merupakan extra volume yang diberikan Sinovac untuk mengantisipasi proses produksi di Bio Farma," ujarnya.
Nadia mengungkapkan, 10 juta dosis vaksin tersebut diperuntukan bagi para petugas pelayanan publik.
Baca Juga :
"Jadi vaksin yang datang kali ini untuk gelombang kedua vaksinasi, yakni petugas pelayanan publik," ujar Nadia.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi menambahkan, sudah ada 28 juta dosis vaksin yang tiba di Indonesia. Jumlah tersebut termasuk dengan vaksin yang belum jadi.
"Vaksin tersebut saat ini sudah memiliki sertifikasi halal dari MUI dan memiliki izin Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan," jelasnya.
Oscar mengungkapkan, pihaknya telah memesan 140 juta dosis vaksin kepada Sinovac yang rencananya akan rampung pada Bulan Juli 2021 mendatang.
"Pengirimannya dilakukan bertahap hingga Juli 2021, di mana sebelumnya direncanakan November 2021," pungkasnya. (RED/RAC)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGBadan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan sebanyak 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat program Makan Bergisi Gratis (MBG) di berbagai wilayah di Indonesia.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews