Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANGNEWS.com-DPD PDIP Provinsi Banten melaksanakan kegiatan Pendidikan Kader Madya, di Hotel Grand Serpong, Kota Tangerang, Rabu (13/9/2017). Kegiatan berlangsung selama empat hari hingga 16 September mendatang.
Ketua Bidang Kaderisasi DPP PDI Perjuangan Idam Samawi mengatakan, sejak Kongres PDI Perjuangan ke III di Bali 2015 lalu, pendidikan kader PDIP untuk pratama di delegasikan kepada DPC, sedangkan madya kepada DPD, dan kader utama di DPP.
“Itu ada aturannya dalam anggaran dasar bahwa kepada dewan pimpinan cabang atau dewan pimpinan daerah partai yang perolehan suaranya dalam pemilihan legislatif lebih dari 20 persen, wajib melaksanakan 3 kali dalam setahun. Untuk yang perolehan suaranya antara 10 sampai 20 persen, itu wajib melaksanakan 2 kali dalam setahun. Sedangkan yang di bawah 10 persen wajib melaksanakan satu kali dalam setahun,” ujar Idam Samawi. BACA JUGA : Konsolidasi Internal, DPC PDIP Tangsel Akan Gelar Rakercab
Diterangkannya, selain kader pratama, madya dan utama, setiap DPC dan DPD ada yang namanya kader pendidik. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi krisis ideologi yang dikhawatirkan mengubah ideologi Pancasila dengan ideologi yang lain, seperti yang diamanatkan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri.
“Pada kongres ke tiga di Bali memutuskan, meneguhkan kembali PDI Perjuangan sebagai partai ideologi. Tujuan dari pendidikan ini nantinya akan semakin banyak kader-kader yang kuat secara ideologi pancasila. Sehingga dapat membawa perjalanan bangsa ke jalan yang benar sesuai cita-cita kemerdekaan” tandasnya.
Sementara, Wakil Ketua Bidang kaderisasi DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Ananta Wahana menjelaskan, kegiatan diikuti 119 kader dari 8 DPC kota/kabupaten se-Banten juga dari DPD PDI Perjuangan Banten. BACA JUGA : Arief Senang Diusung PDIP Tangerang
Selama pendidikan berlangsung, peserta diberikan sebanyak 16 materi, yang diantaranya adalah tentang Trisakti, kebudayaan, ideolgi Pancasila 1 Juni, revolusi mental, pengenalan Bung Karno dan metode berfikir Bung Karno, membangun basis, liberalisasi perdagangan, dan lain sebagainya.(RAZ)
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TODAY TAGKantor Regional I PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports) menyatakan kesiapan penuh untuk melayani keberangkatan jemaah haji tahun 1447H/2026.
Salah satu kota mandiri di Tangerang, Paramount Petals dibangun dengan perencanaan matang di berbagai aspek, mulai dari lingkungan, keberlanjutan, hingga kenyamanan hidup
Manajemen Bhayangkara FC dan Dewa United tengah menyelidiki insiden tendangan kungfu yang melibatkan para pemain kedua klub tersebut dalam ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews