Connect With Us

Bisnis Esek-esek Online di Pasar Kemis Dibongkar Polisi

Mohamad Romli | Kamis, 4 Juli 2019 | 12:29

Petugas Satpol PP Kota Tangsel menggerebek panti pijat Cats Massage di Ruko Boulevard BSD, Jalan Pahlawan Seribu, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (25/6/2019) sore. (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Ditreskrimsus Polda Banten membongkar praktik porstitusi via aplikasi whatsapp (WA). Seorang admin yang memasarkan para terapis diamankan polisi.

Modusnya, admin YR diketahui memegang kendali di balik praktik prostitusi terselubung. Ia menawarkan dengan cara memajang foto para terapis ke para pelanggan.

"Dia (admin WA-nya) yang aktif, ini kan adminnya. Dia yang bikin-bikin (status WA) gitu. Lewat WA, menawarkan itu (pijat plus-plus). Bukan di Facebook (FB), bukan," kata Kabag Wassidik Ditreskrimsus Polda Banten, AKBP Dadang Herli, Kamis (4/7/2019).

BACA JUGA:

Lokasi yang diduga jadi tempat prostitusi berkedok panti pijat berada di Perumahan Bumi Indah, Ruko Cluster Sakura, Blok RYFR, Desa Gelam Jaya, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten.

Pelaku dilaporkan aktif memasarkan wanita terapis melalui status WA. Akun WA diketahuinya dengan nama Violet. 

"Dia men-share, membuat status di akun WA yang bernama Violet. Tujuannya agar orang yang telah menyimpan nomor HP itu mengerti (sedang membuka pelayanan pijat plus-plus)," terangnya. 

Pihak kepolisian masih mengembangkan kasus tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan dan belum memiliki data lengkap terkait dugaan prostitusi online bernama Violet.(MI/MRI/RGI)

OPINI
Paradoks IPM Tinggi: Antara Capaian Angka dan Kualitas Manusia

Paradoks IPM Tinggi: Antara Capaian Angka dan Kualitas Manusia

Rabu, 7 Januari 2026 | 19:00

enaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang patut diapresiasi. Namun, pertanyaan mendasarnya bukan sekadar soal angka, melainkan arah manusia yang sedang dibentuk.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill