Connect With Us

Pemain Perserang Diduga Keroyok 2 Remaja di Cilegon

Muhamad Ikbal | Senin, 21 Oktober 2019 | 17:22

Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Zamrul Aini. (TangerangNews/2019 / Mochamad Iqbal)

 TANGERANGNEWS.com-Pemain klub sepakbola Perserang diduga melakukan pengeroyokan terhadap dua remaja di jogging track Krakatau Steel, Kota Cilegon. Pengeroyokan terjadi seusai para pemain melakukan latihan di stadion Krakatau Steel.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (21/10) sekitar pukul 16.00 WIB. Para pemain yang berjumlah 10 orang, saat peristiwa berlangsung, pemain Perserang baru selesai latihan dan turun dari bus.

Korban atas nama Tyas Suri Ramadhan dan Pelda Prasetya saat itu tengah asyik bermain gim di telepon seluler masing-masing. Mereka tiba-tiba dikeroyok oleh 10 orang pemain sepakbola tersebut.

Baca Juga :

 

"Sekira pukul 16.00 WIB ada klub sepak bola (Perserang) yang sehabis latihan di Stadion KS, Cilegon keluar dari bus dan secara tiba-tiba menyerang pelapor (korban) dan saksi yang sedang duduk-duduk di area jogging track tersebut. Pelaku yang tidak diketahui tersebut memukuli pelapor yang berjumlah kurang lebih 10 orang ,kemudian pelapor dipukul sampai terjatuh," kata Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Zamrul Aini dalam keterangannya, Senin (21/10/2019).

Akibat pengeroyokan tersebut korban mengalami luka-luka di bagian wajah dan leher. Kasus itu kini sedang ditangani pihak kepolisian Polres Cilegon.

"Pelapor mengalami luka lecet dan memar di bagian bawah mata sebelah kiri dari wajah pelapor serta luka cakaran dibagian leher pelapor. Atas kejadian tersebut pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polres Cilegon," ujarnya.(RMI/HRU)

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill