Warga Keranggan Tangsel Kekeringan, Pemkot Salurkan 4.000 Liter Air Bersih
Kamis, 9 Juli 2026 | 16:11
Cuaca panas ekstrem yang terjadi wilayah Kota Tangserang Selatan (Tangsel) dan sekitarnya, mulai mengakibatkan kekeringan.
TANGERANGNEWS.com-Aksi bunuh diri masih kerap terjadi. Umumnya, bunuh diri disebabkan karena ketidakmampuan seseorang dalam menghadapi situasi atau masalah tertentu. Mereka menganggap, bunuh diri merupakan jalan keluar terbaik.
Mengakhiri hidup dilakukan dengan beragam cara, salah satunya gantung diri. Adapun aksi gantung diri saat ini sedang marak terjadi di Tangerang.
TangerangNews mencatat sepanjang 2021 sampai menjelang akhir September 2022, ada sebanyak 15 insiden aksi gantung diri.
Aksi gantung diri itu terjadi di wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan. Adapun penyebab gantung diri tersebut beragam. Ada yang disebut karena faktor ekonomi dan faktor depresi.
Rupanya, maraknya aksi gantung diri ini sebagai bukti bahwa Provinsi Banten memang menjadi daerah yang paling tidak bahagia dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia.
Baca Juga :
Banten menjadi daerah paling tidak bahagia tersebut berdasarkan rilis Indeks Kebahagiaan Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) untuk tahun 2021.
Rilis indeks kebahagiaan BPS diukur menggunakan tiga dimensi, yakni kepuasan hidup perasaan, dan makna hidup tersebut.
Hasil surveinya, Banten mendapat nilai 68,08. Skor indeks kebahagiaan Banten ini paling rendah dibandingkan dengan provinsi lainnya.
Nilai Banten tersebut disusul oleh Bengkulu dengan total skor 69,74, kemudian Papua dengan skor 69,87. Selain itu DKI Jakarta memiliki skor 70,68.
Di sisi lain, provinsi dengan Indeks Kebahagiaan 2021 paling tinggi adalah provinsi Maluku Utara dengan perolehan skor 76,34. Selanjutnya disusul tipis oleh Kalimantan Utara (76,33) dan Maluku (76,28).
TODAY TAGCuaca panas ekstrem yang terjadi wilayah Kota Tangserang Selatan (Tangsel) dan sekitarnya, mulai mengakibatkan kekeringan.
Program sekolah gratis pada dasarnya bertujuan meringankan beban masyarakat. Akan tetapi, pelaksanaannya melibatkan berbagai sekolah dengan kondisi yang sangat beragam.
Tahun ajaran baru 2026/2027 segera dimulai. Sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas, seluruh siswa baru jenjang SMP akan menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews