Selat Hormuz: Dari Jalur Vital Menuju Leher Botol Dunia
Rabu, 29 April 2026 | 19:48
Penutupan Selat Hormuz kembali menegaskan satu hal yang kerap luput dari kesadaran kita: dunia modern tidak sepenuhnya berdiri di atas fondasi yang kokoh.
TANGERANGNEWS.com-Korban tabrakan beruntun di Fly Over Balaraja, Jalan Raya Serang dirawat di RSUD Balaraja, Kamis (14/12/2017).
Saat reporter TangerangNews.com memasuki ruang unit gawat darurat (UGD) rumah sakit tersebut, sejumlah korban tengah mendapatkan perawatan tenaga medis. Beberapa diantaranya sudah diperban pada bagian kaki.
Diantara korban tersebut, empat siswi Madrasah Tsanawiyah (MTS) Yaspenhak Balaraja masih mengenakan seragam olahraga.
BACA JUGA :
Namun pihak rumah sakit tidak mengizinkan awak media untuk mendapatkan keterangan dari korban, karena masih dalam penanganan tim medis.
Humas RSUD Balaraja Imas Supitaningsih kepada TangerangNews.com mengatakan, identitas korban tewas adalah Nabila Aulia Rahman, 14, warga Kampung Pengkolan RT 13/03, Desa Sukanegara, Kecamatan Cikupa. Korban adalah siswi MTS Yaspenhak Balaraja.
Sementara dua pelajar MTS tersebut yang mengalami luka-luka adalah Vivi Oktavia Putri, 15, warga Desa Talaga, Desa Talaga, Cikupa dan Laila Mawadah, 14, warga Pasir Kalong, Desa Cibadak, Cikupa.

Selain kedua pelajar itu, satu korban lainnya adalah Hendri Hermawan Topan, 16, warga Kampung Besi Lebak, Desa Pamarayan, Lebak, serta Mochamad Iwan Prima, 47, warga Dukuh Curug, Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumber Jaya, Majalengka.
Namun, Imas belum bisa menjelaskan kondisi luka yang dialami korban, "Saya belum tahu karena belum mendapatkan informasinya," tambahnya.
Namun selain lima korban yang disebutkan Imas, diruang UGD juga ada satu korban lainnya yakni kernet truk box nopol B-9663-FCE. Korban hanya mengalami luka pada bagian kaki kiri akibat terjepit.(RAZ/HRU)
Penutupan Selat Hormuz kembali menegaskan satu hal yang kerap luput dari kesadaran kita: dunia modern tidak sepenuhnya berdiri di atas fondasi yang kokoh.
TODAY TAGPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews