Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten Tangerang segera meluncurkan aplikasi smartphone yang memudahkan masyarakat untuk mendonorkan darahnya.
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjelaskan kedepannya, aplikasi bernama Si Doni ini akan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin mendonorkan darah dengan jemput bola.
BACA JUGA
"Nanti 15 September 2019 akan kita launching, termasuk pengiriman darah nanti kita bisa sinergikan. Mudah-mudahan ini bisa membantu, jadi orang yang ingin donor darah, masuk ke aplikasi nanti dijemput petugas," jelasnya saat kegiatan Banten Berdonor Bersama, di Gedung Serba Guna, Tigaraksa, Selasa (10/9/2019).
Dia menambahkan, pelayanan darah sangat dibutuhkan karena ketersediaan darah atau komponen darah yang cukup dan aman, dapat bermanfaat bagi penerima.

"Satu lagi Jekdon atau Ojek Donor, itu juga bisa, bukan saja mengantar darah kepada rumah sakit yang membutuhkan, tapi juga mengantar calon pendonor darah," pungkas Zaki.
Sedangkan dalam kegiatan donor darah bersama Pemerintah Provinsi Banten ini, diharapkan bisa mendapatkan 2.250 kantong darah dari pendonor se-provinsi Banten.
"Kabupaten Tangerang sendiri sebagai tuan rumah punya target kurang lebih 1.000 kantong darah sampai dengan jam 2 siang nanti. Mudah mudahan bisa tercapai dari 3 titik lokasi di Kabupaten Tangerang," ujar Zaki.

Sementara Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah mengatakan kegiatan donor tersebut dilakukan serentak di 18 titik.
Diantaranya Kota Tangerang ada 6 titik, Kabupaten Tangerang 3 titik, Tangsel 2 titik. Sisanya tersebar di kota dan kabupaten di Provinsi Banten.
"Jadi dalam rangkaian HUT PMI yang ke-74, ini kegiatan yang pertama di indonesia mendonor serentak yang digagas langsung PMI Provinsi Banten," tutupnya.(RAZ/RGI)
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Sebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews