Darurat Kemarau Ekstrem, Ada 11 Titik Kebakaran di Kabupaten Tangerang dalam Sehari
Kamis, 23 Juli 2026 | 19:35
Dampak musim kemarau ekstrem mulai memicu rentetan bencana kebarakan di wilayah Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Guna mencegah terjadinya kecelakaan kendaraan penumpang pada libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Polresta Tangerang menggelar pemeriksaan urine kepada sopir bus, Senin (23/12/2019).
Pemeriksaan dilaksanakan di Pool Bus Rosalia Indah, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Sedikitnya, 12 sopir bus trans Jawa menjalani pemeriksaan urine.
"Ini untuk memastikan sopir tidak dalam pengaruh minuman keras dan narkoba," kata Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi.
Baca juga:
Ade mengatakan, salah satu faktor penyebab kecelakaan adalah kondisi sopir yang tidak prima atau di bawah pengaruh minuman keras ataupun narkoba. Oleh karenanya, kata dia, pemeriksa itu dilakukan. Sedangkan hasil dari pemeriksaan, ujar Ade, semuanya negatif.
Dia menambahkan, sopir harus menyadari bahwa memiliki tanggung jawab yang besar. Sopir, kata Ade, membawa para penumpang yang keselamatannya berada pada sopir.
Untuk itulah, kata Ade, diimbau kepada sopir agar tidak mengonsumsi minuman keras, narkoba, atau asupan lain yang dapat mengganggu konsentrasi dan kesehatan.
"Bila memang merasa sangat lelah atau mengantuk, lebih baik sopir beristirahat," pungkasnya.(MRI/RGI)
Dampak musim kemarau ekstrem mulai memicu rentetan bencana kebarakan di wilayah Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGKantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
Apakah diantara kalian sudah ada yang pernah dengar merk pasar Turbion? Merk ini merupakan suatu brand pasar yang bergerak dibidang industri dan menawarkan aneka pilihan bahan bakar minyak. Turbion menawarkan beberapa produk berkualitas
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews