AI Helita Tangsel Respon Keluhan Warga Hanya dalam 49 Milidetik, Sudah Terima 4 Ribu Pesan
Kamis, 14 Mei 2026 | 10:06
Helita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.
TANGERANGNEWS.com-Operasi penertiban prostitusi Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Kota Tangerang, berhasil menjaring tujuh pasangan mesum di beberapa lokasi hotel kelas melati yang ada di Wilayah Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Jumat (22/9/2017) malam.
Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Produk Hukum Daerah (Gakumda) Kaonang menjelaskan, operasi tersebut melibatkan Trantib Kecamatan Karawaci dan beberapa anggota Polsek Karawaci. Dalam operasi itu pihaknya mengamankan tujuh pasangan bukan suami istri dan satu mucikari. BACA JUGA : Mau Loncat ke Jendela Hotel, Pasangan Selingkuh Kaget Kena Razia Satpol PP Tangerang
"Kami dapatkan pasangan selingkuh. Mereka terjaring saat berada di dalam kamar hotel kelas melati seperti Hotel Tangerang. Ada juga satu Mucikari," kata Kaonang.
Menurutnya, operasi ini rutin dilakukan dalam rangka menegakkan Perda Kota Tangerang no 8/2005 Tentang Pelarangan Prostitusi. Ada sebanyak dua pleton Personil Satpol PP serta satu pleton petugas Trantib Kecamatan Karawaci dan Personil Kepolisian yang diturunkan dalam kegiatan operasi ini. BACA JUGA : 15 Pasangan Terjaring Razia Satpol PP di Hotel Tangerang
Kaonang melanjutkan, para pasangan mesum yang tertangkap hanya akan diberi surat peringatan. Namun, jika mereka mengulangi perbuatan tersebut, maka pihaknya akan mengirim mereka ke Dinas Sosial di Jakarta Timur.(RAZ)
Helita, asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Pemkot Tangsel, langsung menjadi primadona baru sejak dirilis.
TODAY TAGSuasana hunian bergaya resort dengan pemandangan danau luas kini tak hanya bisa ditemukan di Bali. Konsep serupa mulai hadir di Tangerang lewat peluncuran klaster premium Matera Lakeside di kawasan Gading Serpong.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews