Merindukan Rumah di Bawah Naungan Syariah
Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:20
Berbagai kasus kejahatan dan kekerasan justru datang dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan. Baik yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri maupun orang lain.
TANGERANGNEWS.com - Festival Budaya Nusantara Kota Tangerang di hari ketiga ini, Selasa (5/12/2017), sangat sepi pengunjung. Hanya ada beberapa peserta lomba yang tampil saja, selebihnya tak ada warga yang menyaksikannya.
Festival Budaya Nusantara berlangsung selama lima hari yang dimulai tertanggal 3 - 7 November 2017 ini, ramai dikunjungi hanya pada hari pertama saja, karena memang dibuka dengan kirab budaya yaitu jalan-jalan santai sambil mengenakan pakaian budaya nusantara.

Penampilan dari Tim Pertiwi Museum Benteng Haritage saat sound sistem mati.
Namun memasuki hari ketiga pada pagelaran lomba ini, memang terlihat sepi pengunjung. Pantauan lokasi, terlihat hanya ada beberapa tim peserta lomba yang tampil. Pada stand-stand makanan dan pernak pernik yang dijajakan oleh para pedagang pun tidak ada pengunjung sama sekali. Dari raut wajah yang murung, para pedagang juga terlihat bosan menunggu kehadiran pembeli.
Dimulainya acara perlombaan pada hari ini juga ada keterlambatan. Yang seharusnya lomba dimulai pada pukul 09.30 WIB, tetapi dimulai pada pukul 10.30 WIB. Menurut panitia, hal itu karena para peserta lomba datang terlambat.
"Ya keterlambatan karena ada kendala kecil sih, paling karena peserta lomba itu sendiri yang telat datangnya," ujar Ilham salah satu pengurus panitia dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Selasa (5/12/2017).
BACA JUGA :
Kesalahan teknis pun terjadi di tengah-tengah penampilan peserta lomba dari Tim Pertiwi Museum Benteng Haritage, tiba-tiba saja sound sistem yang menjadi alunan musik peserta untuk menari mati.
"Itu mati tidak terganggu sih, soalnya kan kita tampilnya diulang lagi, jadi nilainya juga tidak berpengaruh," ujar Yayang dari Tim Pertiwi.
Jadi, terhitung dua hari lagi Festival Budaya Nusantara Kota Tangerang akan berakhir. Semoga para pengunjung juga berdatangan untuk menyaksikan lomba dan mampir ke tiap-tiap stand yang telah disediakan.(RAZ/HRU)
Berbagai kasus kejahatan dan kekerasan justru datang dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan. Baik yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri maupun orang lain.
TODAY TAGSejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.
Aplikasi E-PKK dan E-Dasawisma Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menjadi percontohan nasional.
Asthara Skyfront City membuka peluang bisnis baru bagi investor dan pelaku usaha melalui peluncuran The Floritz Gallery.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews