Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com - Festival Budaya Nusantara Kota Tangerang di hari ketiga ini, Selasa (5/12/2017), sangat sepi pengunjung. Hanya ada beberapa peserta lomba yang tampil saja, selebihnya tak ada warga yang menyaksikannya.
Festival Budaya Nusantara berlangsung selama lima hari yang dimulai tertanggal 3 - 7 November 2017 ini, ramai dikunjungi hanya pada hari pertama saja, karena memang dibuka dengan kirab budaya yaitu jalan-jalan santai sambil mengenakan pakaian budaya nusantara.

Penampilan dari Tim Pertiwi Museum Benteng Haritage saat sound sistem mati.
Namun memasuki hari ketiga pada pagelaran lomba ini, memang terlihat sepi pengunjung. Pantauan lokasi, terlihat hanya ada beberapa tim peserta lomba yang tampil. Pada stand-stand makanan dan pernak pernik yang dijajakan oleh para pedagang pun tidak ada pengunjung sama sekali. Dari raut wajah yang murung, para pedagang juga terlihat bosan menunggu kehadiran pembeli.
Dimulainya acara perlombaan pada hari ini juga ada keterlambatan. Yang seharusnya lomba dimulai pada pukul 09.30 WIB, tetapi dimulai pada pukul 10.30 WIB. Menurut panitia, hal itu karena para peserta lomba datang terlambat.
"Ya keterlambatan karena ada kendala kecil sih, paling karena peserta lomba itu sendiri yang telat datangnya," ujar Ilham salah satu pengurus panitia dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Selasa (5/12/2017).
BACA JUGA :
Kesalahan teknis pun terjadi di tengah-tengah penampilan peserta lomba dari Tim Pertiwi Museum Benteng Haritage, tiba-tiba saja sound sistem yang menjadi alunan musik peserta untuk menari mati.
"Itu mati tidak terganggu sih, soalnya kan kita tampilnya diulang lagi, jadi nilainya juga tidak berpengaruh," ujar Yayang dari Tim Pertiwi.
Jadi, terhitung dua hari lagi Festival Budaya Nusantara Kota Tangerang akan berakhir. Semoga para pengunjung juga berdatangan untuk menyaksikan lomba dan mampir ke tiap-tiap stand yang telah disediakan.(RAZ/HRU)
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGDinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang resmi meluncurkan program SAHABAT MBR (Sahkan Bangunan Bersama Rakyat Masyarakat Berpenghasilan Rendah).
Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews