Connect With Us

Orang Tua Korban Pemerkosaan di Sewan Kesal Anaknya Digilir

Muhamad Heru | Kamis, 28 Desember 2017 | 22:00

| Dibaca : 15858

Suasana persidangan perdana kasus pencabulan yang bersifat terutup di pengadilan Kota Tangerang. (@TangerangNews / Muhamad Heru)


TANGERANGNEWS.com - Orangtua SDS,15, yang menjadi korban pemerkosaan mengaku kesal dengan para pelaku yang menggilir anak gadisnya.

Karenanya, dia berharap majelis hakim dapat menghukum para pelaku dengan maksimal. Kedua orangtua itu telah menyatakan, tidak akan menempuh jalur damai.

Ketika ditemui pada sidang perdana terkait kasus tersebut, Nurhayati, ibunda korban kesal setelah mengetahui anaknya benar-benar diperlakukan tidak manusiawi.

"Saya berharap kepada bapak hakim agar para tersangka dapat dihukum dengan berat, sesuai dengan cara mereka meludahi anak saya. Supaya para tersangka kapok dan tidak akan mengulangi perbuatannya," ujarnya, setelah menjalani sidang tertutup itu, Rabu (28/12/2017) kemarin.

Sedangkan Ramses Siahaan, ayahanda korban mengungkapkan, memohon agar para tersangka dikenakan Pasal yang ada dalam Undang-undang Dasar tentang perlindungan anak dibawah umur.

"Mudah-mudahan hakim bisa bertindak tegas dalam mengambil keputusan. Sesuai ancaman UUD tentang anak yang masih di bawah umur. Saya berharap, mereka (para tersangka) dengan bisa dipenjara secara maksimal, membuat efek jera dan menjadi pelajaran bagi semua pihak," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pencabulan anak dibawah umur tersebut terjadi pada pukul 03.00 WIB di Sewan Gaga, RT 01/07 Kelurahan Neglasari, Kacamatan Neglasari, Kota Tangerang, Sabtu (25/10/2017).

Adapun kronologis kejadiannya, mulanya SDS,15, yang merupakan korban pencabulan dijemput tersangka MI,16, dirumah korban untuk diajak berkeliling, sebelum akhirnya dibawa ke tempat kejadian perkara (TKP).

BACA JUGA :

Dimana pada saat itu sudah ada 3 tersangka lainnya berada di TKP, para pelaku pun sedang dipengaruhi alkohol. Kala itu, korban pun dipaksa meminum-minuman keras dengan ancaman tidak diantarkan pulang oleh para tersangka. Setelah itu, korban diperkosa secara bergiliran.

Para tersangka yang sudah di tahan dan tinggal menunggu vonis itu, diduga terancam pasal UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman waktu minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.(DBI/HRU)

SPORT
 Foto Bareng Mesut Ozil, Prilly Mau Ajak Gabung ke Persikota Tangerang?

Foto Bareng Mesut Ozil, Prilly Mau Ajak Gabung ke Persikota Tangerang?

Jumat, 27 Mei 2022 | 23:58

TANGERANGNEWS.com-Artis Prilly Latuconsina foto bersama bintang sepak bola dunia asal Jerman Mesut Ozil, yang tengah berkunjung ke Indonesia sejak Kamis 26 Mei 2022.

BANDARA
Underpass Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta Sempat Terendam Banjir

Underpass Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta Sempat Terendam Banjir

Sabtu, 28 Mei 2022 | 13:17

Hujan yang mengguyur wilayah Tangerang pada Sabtu 28 Mei 2022 pagi tadi mengakibatkan sejumlah titik terendam banjir, salah satunya di underpass Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

KAB. TANGERANG
Bupati Tangerang Minta Dewas Perumda Pasar NKR Harus Ada Inovasi Layanan Publik

Bupati Tangerang Minta Dewas Perumda Pasar NKR Harus Ada Inovasi Layanan Publik

Sabtu, 28 Mei 2022 | 15:30

Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar meminta Uyung Mulyardi sebagai Dewas Perusahaan Umum Daerah Pasar Niaga Kerta Raharja (Perumda Pasar NKR) Kabupaten Tangerang yang baru dilantik untuk meningkatkan inovasi dan pelayanan prima kepada masyarakat.

BISNIS
Airlangga: Perluasan Industri Didorong Melalui Pembentukan Pusat-pusat Kegiatan Ekonomi Baru

Airlangga: Perluasan Industri Didorong Melalui Pembentukan Pusat-pusat Kegiatan Ekonomi Baru

Rabu, 25 Mei 2022 | 11:45

Dalam momentum pemulihan ekonomi pasca-pandemi saat ini, industri merupakan salah satu sektor produktif yang memainkan peran penting dalam mengakselerasi geraknya roda perekonomian.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill