Libur Sekolah, Hotel Santika Premiere ICE-BSD City Hadirkan Paket Staycation Ramah Keluarga
Jumat, 19 Juni 2026 | 17:03
Masa libur sekolah menjadi momen yang banyak dimanfaatkan keluarga untuk menghabiskan waktu bersama.
TANGERANGNEWS.com-Praktik prostitusi di Apartemen Modernland Tangerang ternyata melibatkan induk semang bagi para pekerja seks komersial (PSK) atau yang biasa disebut muncikari.
Muncikari memfasilitasi sejumlah PSK untuk memberikan kepuasan kepada pria hidung belang di Apartemen Modernland Tangerang.
Menurut pengakuan wanita berinisial S, satu dari penjaja seks di Yellow Tower Apartemen Modernland Tangerang, muncikari itu disebut 'Mami'.
Baca Juga :
Ia mengatakan bahwa jika difasilitasi oleh muncikari, untuk mendapatkan tamu sangat mudah. Bahkan harganya tak tanggung-tanggung, sekali esek-esek Rp700 ribu.
Jika sudah selesai berkencan dengan pria hidung belang, tarifnya tersebut pun dibagi dua. Ia menerima Rp500 ribu, sementara sang muncikari mendapatkan Rp200 ribu.
"Kalau sama mami terkadang duitnya lebih gede. Harganya Rp700 ribu. Dia cuma ngambil Rp200 ribu," ungkap wanita yang mengaku berstatus janda tersebut kepada TangerangNews.
Wanita berusia 24 tahun ini juga mengaku bahwa ia hanya ingin difasilitasi oleh sang muncikari ketika kepepet. Ketika ia membutuhkan uang memenuhi sejumlah kebutuhannya.
"Itu kalau saya lagi butuh duit. Bahasanya saya minta duit, nanti dicariin duit sama mami. Soalnya kalau sendiri agak susah cari tamu," ucapnya.
Wanita perantauan yang telah berada di Kota Tangerang selama satu tahun ini menambahkan, ia terjun ke dunia prostitusi karena terdesak kebutuhan ekonomi. Saat ini, ia harus menanggung biaya hidup seorang anaknya di kampung halamannya. Selain itu, ia juga harus membayar sewa satu unit kamar apartemen dengan harga perbulannya Rp3,5 juta.
"Tujuan saya untuk mencari uang. Kalau saya kepepet nggak bisa bayar sewa apartemen saya on (menjajakan diri) seharian," paparnya.(RMI/HRU)
Masa libur sekolah menjadi momen yang banyak dimanfaatkan keluarga untuk menghabiskan waktu bersama.
TODAY TAGPemerintah Kabupaten (Tangerang) berencana mengadakan nonton bareng (Nobar) FIFA World Cup 2026 di 29 Kecamatan yang berada di wilayah tersebut.
Demo yang digelar Mahasiswa beberapa waktu lalu, terkait protes kenaikan harga BBM menunjukan jika kenaikan harga BBM menjadi masalah besar di negeri ini, membuat kehidupan masyarakat bertambah sulit.
Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews