Connect With Us

Putra Jenderal Keluar Lapas Tanpa Prosedur untuk Pendidikan, Kadivpas: Tetapi Harus Melalui Mekanisme

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 9 Oktober 2019 | 20:19

Kantor LPKA Klas I Tangerang. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com—Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Slamet Prihantara angkat bicara ihwal pemberian izin keluar lapas terhadap anak didik pemasyarakatan (Andikpas) di LPKA Klas I Tangerang yang diduga tanpa mengikuti prosedur.

Slamet mengatakan, Andikpas termasuk sang putra jenderal (purn) berinisial AR yang tengah menjalani hukuman kasus pembunuhan di LPKA Klas I Tangerang memang harus diberikan sarana pendidikan untuk masa depannya. Namun, ia menilai harus tetap sesuai standar operasional prosedur (SOP).

"Andikpas harus diberikan akses pendidikan. Tentunya melalui mekanisme yang dibenarkan demi tumbuhkembangnya pendidikan bagi anak," ujarnya kepada TangerangNews, Rabu (9/10/2019).

Slamet menilai, mengizinkan AR untuk keluar lapas demi mendaftar kuliah di sebuah perguruan tinggi, tetapi tanpa menjalani sidang tim pengamat pemasyarakatan (TPP) sebagai salah satu syarat menyalahi prosedur.

"Ya tentunya tidak prosedural," ungkapnya.

Ia menyebut, pejabat yang tidak menjalankan prosedur yang berlaku itu dapat dikenakan sanksi. Namun, ihwal kasus perizinan keluar lapas bagi AR tanpa melewati sidang TPP, masih dalam pemeriksaan Inspektorat Jenderal Kemenkumham.

"Kalau soal sanksi tentunya perlu adanya  pemeriksaan lebih lanjut oleh Inspektorat Jenderal. Tinggal tunggu saja infonya," tuturnya.

Sementara Kepala LPKA Klas I Tangerang Darma Lingganawati ihwal perizinan AR memberikan dua pernyataan berbeda. Saat dimintai keterangan oleh TangerangNews pada Kamis (3/10/2019), ia menyebutkan bahwa mengizinkan AR keluar dari lingkungan lapas sangat diperbolehkan walau tidak mengikuti peraturan teknis. Sebab anak-anak berhak mendapatkan pendidikan. Sehingga, jika mengabaikan proses sidang TPP pun menurut dia tidak masalah.

Namun pernyataan itu berbeda pada Rabu (9/10/2019. Ia menyebutkan proses perizinan bagi AR untuk keluar lapas demi mendaftar kuliah sudah dilakukan instruksi sidang TPP pertanggal 24 September 2019. Izin pun diberikan kepada AR dalam status segera demi kepentingan kemanusiaan.

Baca Juga :

Tetapi, pernyataan ihwal sidang TPP bagi AR disanggah Sekretaris Sidang TPP LPKA Klas I Tangerang Tommy Ardi. Ia menuturkan bahwa pihaknya tidak menggelar sidang TPP ihwal pengeluaran AR. Bahkan, sebatas instruksi pun tidak ada.

"Saya tidak dapat perintah ataupun disposisi dari kalapas soal itu. Sidang TPP memang rutin. Tetapi sidang TPP pada 24 September 2019 tidak membahas perizinan daftar kuliah bagi AR itu," ungkap Tommy yang juga sebagai Kasubsie Bimkemas dan Pengentasan Anak LPKA Klas I Tangerang ini.

Terpisah, praktisi hukum dari Universitas Muhammadiyah Tangerang Ghufroni menyampaikan, memberikan izin bagi AR tanpa mengikuti prosedur dengan alasan kemanusiaan meskipun demi kepentingan pendidikan seperti yang sempat diungkapkan Darma Lingganawati adalah hal yang mengada-ada.

"Saya kira demi kemanusiaan itu alasan yang mengada-ada. Karena seorang Andikpas tidak boleh sembarangan keluar masuk tahanan. Apalagi mengingat tindak pidana yang dilakukan oleh narapidana tersebut jelas-jelas sesuatu yang tidak bisa ditolerir karena menyebabkan hilangnya nyawa manusia," pungkasnya.(RMI/HRU)

TEKNO
Download Aplikasi by.U: Cara Instal dan Kenali Fitur Utamanya

Download Aplikasi by.U: Cara Instal dan Kenali Fitur Utamanya

Senin, 21 September 2026 | 17:29

Aplikasi by.U menjadi pusat pengelolaan layanan yang bisa kamu akses langsung dari perangkat mobile. Dari satu aplikasi, kamu dapat mengecek kuota, melakukan pembelian, melihat promo, mengumpulkan uCoin, dan mencari hiburan ketika sedang senggang.

SPORT
Siap-siap! PLN Mobile Jawara Run 2026 Ajak Runners Lari Bareng di Serang Banten, Rutenya 5 Kilometer

Siap-siap! PLN Mobile Jawara Run 2026 Ajak Runners Lari Bareng di Serang Banten, Rutenya 5 Kilometer

Senin, 21 September 2026 | 17:38

PLN Mobile Jawara Run 2026 kembali digelar di Provinsi Banten. Setelah berlangsung pada 2025, ajang lari ini akan kembali mengajak ribuan peserta berolahraga sekaligus membawa pesan tentang gaya hidup sehat

BISNIS
PT Selaras Jaya Sakti Gathering Bersama Konsumen, Perkuat Akses Cat dan Coating Anti Karat Industri di Banten

PT Selaras Jaya Sakti Gathering Bersama Konsumen, Perkuat Akses Cat dan Coating Anti Karat Industri di Banten

Kamis, 17 September 2026 | 16:01

PT Selaras Jaya Sakti, distributor resmi produk marine coating dan protective coating dari merek International Paint (AkzoNobel), memperkuat jaringan bisnis dan kedekatan dengan mitra industri di wilayah Banten.

KAB. TANGERANG
Ahmad Sahroni Minta Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual Kasatpol PP Kabupaten Tangerang

Ahmad Sahroni Minta Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual Kasatpol PP Kabupaten Tangerang

Rabu, 23 September 2026 | 16:56

Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Tangerang Ana Supriyatna mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill