Connect With Us

Ada Kafe Kunjungan Lengkap dengan Live Music di Lapas Anak Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 11 November 2019 | 13:19

Kafe Kunjungan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Tangerang. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com—Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Tangerang berupaya meningkatkan pelayanan publik dengan meluncurkan Kafe Kunjungan.

Selain Kafe, LPKA juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang lainnya demi terciptanya pelayanan yang bermartabat dengan mengedepankan hak asasi manusia (HAM).

Pelaksana tugas Kepala LPKA Klas I Tangerang Dedy Cahyadi

Pelaksana tugas (Plt) Kepala LPKA Klas I Tangerang Dedy Cahyadi mengatakan, fasilitas kafe dihadirkan untuk memberikan rasa keharmonisan bagi anak didik pemasyarakatan (andikpas) saat dikunjungi keluarganya.

"Jadi, saat anak didik masuk maupun keluarganya masuk ke sini (dalam lapas), bisa merasakan kebahagiaan keluarga," ujarnya dalam peluncuran di Kafe Kunjungan LPKA Klas I Tangerang, Senin (11/11/2019).

Penampilan live band musik di Kafe Kunjungan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Tangerang.

Dalam Kafe tersebut, pengunjung bisa menjenguk andikpas sambil menikmati hiburan live music. Grup bandnya pun berasal dari andikpas sendiri.

Sehingga, kehadiran kafe ini sekaligus menjadi ruang bagi mereka untuk menampilkan kemampuannya di hadapan publik.

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Tangerang.

"Musik kami berikan karena bagian dari hipnoterapi agar pikirannya terasa nyaman," ucap Dedy.

Petugas saat mendampingi narapidana disabilitas di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Tangerang.

Dedy menyampaikan, fasilitas ramah disabilitas juga disediakan. Terdapat area perparkiran kendaraan, jalur, ruang tunggu khusus bagi pengunjung yang menyandang disabilitas.

Baca Juga :

 

Selain itu juga terdapat kamar disabilitas untuk andikpas meskipun saat ini belum ada andikpas penyandang disabilitas.

"Kami juga menyiapkan duta layanan dan duta kunjungan untuk menyambut pengunjung," jelasnya.

Petugas saat menunjukan berbagai fasilitas di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Tangerang.

Fasilitas kamar istirahat di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Tangerang.

Bahkan, kamar Registrasi H pun tersedia walau belum ada andikpas yang mengalami penyakit menular. Sebab, pusat layanan kesehatan Klinik Assyifa yang dilengkapi tenaga kesehatan selalu memonitoring kesehatan mereka.

"Ruang rawat inap pula kami sediakan," tuturnya.

Fasilitas toilet di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Tangerang.

Dedi menambahkan, Musala Al-Hidayah juga sudah tersedia untuk pengunjung. Ia berharap, ragam fasilitas publik berbasis HAM ini dapat memberikan pelayanan secara maksimal untuk masyarakat.  

"Karena untuk layanan berbasis HAM, kami liding sektornya," pungkasnya.(RMI/HRU)

KAB. TANGERANG
Bakar Sampah Picu 6 Jam Kebakaran Gudang Paralon di Legok, Pekerja Jebol Tembok Selamatkan Diri

Bakar Sampah Picu 6 Jam Kebakaran Gudang Paralon di Legok, Pekerja Jebol Tembok Selamatkan Diri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:42

Kebakaran hebat melanda gudang paralon (PVC) milik PT Mitra Bangun Abadi (PIPA ONE PLUS) di Jalan Angsana Lestari II, Desa Legok, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, pada Selasa sore 13 Oktober 2026.

BANTEN
Kapolda Banten Sebar Nomor Pribadi, Terima Aduan Kamtibmas dan Keadaan Darurat

Kapolda Banten Sebar Nomor Pribadi, Terima Aduan Kamtibmas dan Keadaan Darurat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:30

Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan membuka akses nomor pribadinya, yakni 0811-1123-9696 bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill