Connect With Us

Terkait Penyerangan di Green Lake, John Kei Ditangkap

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 22 Juni 2020 | 09:18

Suasana Jalan raya di sekitar Green Lake City Kota Tangerang, Minggu (21/6/2020), pukul 12.15 WIB. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Buntut dari penyerangan dan penembakan di Perumahan Green Lake City, Kota Tangerang, Polda Metro Jaya menangkap John Kei bersama 24 anak buahnya.

Dilansir dari CNN Indonesia, Mereka ditangkap di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Minggu (21/6/2020) malam, beserta puluhan barang bukti berupa senjata tajam.

"25 orang diamankan. Dua orang diduga pelaku C dan JK (John Kei)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Minggu (21/6).

Dalam penangkapan yang dilakukan oleh tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Polresta Tangerang, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Diantaranya 28 buah tombak, 24 buah senjata tajam, 2 buah ketapel panah, 3 buah anak panah, 2 buah stik bisbol, 17 buah ponsel.

Polisi memastikan John Kei bersama 24 rekannya berkaitan dengan aksi penyerangan rumah dan juga penembakan di Cluster Australia, Green Lake City. Serta pembacokan di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Baca Juga :

"Kami meyakini dengan alat bukti yang cukup di antara 25 orang itu adalah pelaku atau setidaknya bagian dari pelaku," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat.

Seperti diketahui, kelompok massa melakukan pengrusakan rumah di Cluster Australia, Green Lake, Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu (21/6/2020) kemarin.

Para pelaku yang menaiki empat mobil itu masuk dengan menodong sekurity menggubakan senjata api. Saat hendak kabur, mereka juga menabrak pintu gerbang cluster yang sempat ditutup sekurity.

Mereka pun melepas tembakan ketika mereka hendak dihentikan warga. Akibatnya seorang driver ojol terkena peluru di jempol kaki. Satu petugas sekurity juga kakinya patah karena ditabrak mobil pelaku.

Sementara itu, sebelum menyerang rumah, para pelaku sudah melakukan pembacokan terhadap seorang pria di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. (RAZ/RAC)

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

BANTEN
PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:44

Di tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill