Connect With Us

BPI FIDIKOM UIN Dorong Pembentukan Ikatan Profesi Penyuluhan Agama

Yudi Adiyatna | Kamis, 14 September 2017 | 12:00

Seminar "Penguatan Profesi Penyuluhan Agama Melalui Ikatan Penyuluh Agama Islam Indonesia", UIN Syarif Hidayatullah, Rabu (13/09/2017). (@TangerangNews2017 / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com - Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDIKOM) Mendorong Ikatan pembentukan penyuluh agama dengan mengadakan seminar nasional di Aula lantai 2 Gedung Syahida Inn, UIN Syarif Hidayatullah, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Rabu (13/09/2017) Siang.

Seminar ini bertemakan "Penguatan Profesi Penyuluhan Agama Melalui Ikatan Penyuluh Agama Islam Indonesia". Selain Ketua, Dekan, dan mahasiswa Prodi BPI seminar juga dihadiri oleh para Penyuluh Agama se-Indonesia, Delegasi Jurusan/Prodi BPI Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri seluruh Indonesia.

Prodi BPI salah satu prodi yang nanti kedepannya melakukan pembinaan, pengembangan, atau melahirkan profesi-profesi penyuluh agama. Kehadiran selebih ini tentu saja lebih penting karena untuk mensinergikan antara para akademisi dan para praktisi. BACA JUGA : Seminar Kebudayaan UKM Bahasa Flat UIN Jakarta Ajarkan Pentingnya Nilai Budaya

"Sebagai organisasi profesi, ikatan profesi Penyuluh Agama bisa berperan melindungi kepentingan publik maupun profesional penyuluhan sendiri. Sebab selain bisa memberikan sertifikasi profesi yang menjamin kualifikasi seorang penyuluh. Keberadaan organisasi ini juga bisa membela hak-hak penyuluh dengan memberikan perlindungan, pembelaan, dan pendidikan yang berkualitas," Demikian dikatakan Ketua Prodi BPI FIDIKOM UIN, Rini Laili Prihatini.

Lebih dari itu, sambungnya, ikatan profesi penyuluh agama juga memungkinkan penyuluh bisa menambah wawasan, meningkatkan kemampuan, dan pertukaran pengalaman sesama mereka.

Begitupun Dirjen Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI Prof Kamarudin Amin yang menuturkan, di Indonesia baru ada 50 ribu yang berprofesi sebagai penyuluh agama dan jumlahnya akan terus bertambah dari perguruan tinggi yang memproduksi calon penyuluh.

Menurut Kamarudin, penyuluh ini harus menjadi instrumen produktif untuk bisa mendiseminasikan nilai-nilai agama yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. BACA JUGA : Sinar Mas Land Gelar Festival Pendidikan 2017

Kamarudin juga berharap para penyuluh di harapkan bisa memberikan pemahaman yang memadai kepada masyarakat tentang agama yang damai, agama yang toleran, agama yang bisa menghargai perbedaan, agama yang tidak radikal.

"Kita bersama-sama secara kolektif berupaya untuk meningkatkan mutu para penyuluh dan peran penyuluh dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang agama itu sendiri," tutupnya.

Kegiatan seminar ini juga sangat produktif dengan adanya tanya jawab dari para audiensi dengan narasumber.(RAZ)

TANGSEL
Korban Tewas Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel Bertambah Usai Dirawat Intensif, Total Jadi 3 Orang

Korban Tewas Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel Bertambah Usai Dirawat Intensif, Total Jadi 3 Orang

Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:58

Jumlah korban meninggal dunia akibat insiden ledakan tabung di Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bertambah menjadi tiga orang.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

SPORT
Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:22

Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.

KAB. TANGERANG
20 Ribu Pekerja Informal di Kabupaten Tangerang Belum Terlindungi Jaminan Sosial, Pemkab Ngarep Bantuan CSR

20 Ribu Pekerja Informal di Kabupaten Tangerang Belum Terlindungi Jaminan Sosial, Pemkab Ngarep Bantuan CSR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:13

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mencatat masih ada sekitar 20.000 pekerja sektor informal di wilayahnya yang hingga saat ini belum tersentuh jaminan sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill