Awas! Emosi Meledak Bisa Picu Serangan Jantung Mendadak, Simak Penjelasan Dokter Spesialis
Rabu, 23 September 2026 | 20:12
Marah hebat, stres berat, hingga kecemasan berlebihan sering kali dianggap sebatas persoalan emosional atau psikologis biasa.
TANGERANGNEWS.com-Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho mengatakan pihak penyidik Polres Tangsel akan segera menetapan tersangka kecelakaan maut Terios dengan kereta api barang.
Seperti diketahui tiga orang tewas dan tiga lainnya dalam kondisi kritis pada peristiwa tersebut.
BACA JUGA:
Penetapan tersangka tersebut menurutnya dilakukan karena polisi mengindikasikan adanya dugaan kelalaian yang dilakukan oleh sopir pengendara Terios.
"Penyidik segera melakukan penetapan tersangka. Karena akibat kelalaian telah menyebabkan kematian," terang Alexander, Minggu (14/1/2018).
Polres Tangsel hingga kini masih menunggu adanya hasil pemeriksaan laboratorium tentanh dugaan pengaruh minuman keras atau zat adiktif lainnya yang dikonsumsi oleh sopir dan penumpang mobil tersebut.
"Kami telah melakukan pengecekan kadar kandungan darah baik penumpang yang masih dalam perawatan maupun yang meninggal, hasil akan keluar besok," papar Alex.
Selain memeriksa para saksi dan warga sekitar pihak penyidik pun akan melakukan pemeriksaan terhadap petugas PT KAI yang mengawasi perlintasan tanpa palang pintu.
Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa kecelakaan lalulintas itu terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kampung Pladen RT 01 /05, Pondok Ranji , Ciputat Timur, Tangsel, Sabtu (13/1/2018) dini hari.(DBI/RGI)
Marah hebat, stres berat, hingga kecemasan berlebihan sering kali dianggap sebatas persoalan emosional atau psikologis biasa.
TODAY TAGDaratan baru seluas sekitar 30,3 hektare muncul di antara Pulau Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sertung, Lampung Selatan. Kemunculan daratan tersebut berasal dari material vulkanik yang terakumulasi selama aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews