Connect With Us

DPRD Tangsel Telisik Dugaan Pungli SDN Pondok Pucung 2

Rachman Deniansyah | Rabu, 3 Juli 2019 | 21:03

| Dibaca : 1114

Sekretariat DPRD Kota Tangsel. (TangerangNews/2019 / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Dugaan pungutan liar (pungli) di SDN Pondok Puncung 2, Kecamatan Pondok Aren, Tangsel mulai digali anggota legislatif setempat.

Komisi II DPRD Kota Tangsel memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), Kepala Sekolah SDN Pondok Pucung 2, serta perwakilan komite sekolah, Rabu (3/7/2019).

Ketua Komisi II DPRD Kota Tangsel, Ahmad Syawqi.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tangsel, Ahmad Syawqi.

"Tadi kita memintai keterangan, yang pertama itu adalah apakah benar tejadi pungli di sekolah. Kita melihat ini tidak parsial, berarti semua sekolah yang ada di Kota Tangsel," kata Ketua Komisi II DPRD Kota Tangsel.

Ditanya soal dugaan pungli berupa dana untuk pembelian buku, iuran kegiatan komputer, instalasi proyektor (infocus), dan kegiatan sekolah di SDN Pondok Pucung 2 sebagaimana diungkap Rumini mantan guru honorer di sekolah tersebut, Syawqi mengatakan harus dibedakan antara pungutan dengan sumbangan.

Baca Juga :

"Misalnya, saya secara pribadi menyumbang itu diperbolehkan. Sedangkan kalau secara berkala misalnya tanggal berapa musti dibayar itu sifatnya mengikat. Nah itu kategorinya pungutan," tambahnya.

Namun, pihaknya masih akan mendalami dugaan pungli tersebut dalam rapat triwulan Komisi II pekan depan.

"Tadi kami menggarisbawahi soal pungutan instalasi proyektor. Menurut pengakuan dari Kadindikbud, itu tidak ada biaya pemasangan. Nanti kita bawa lagi di rapat triwulan hari Senin besok," tukasnya. 

Dalam rapat itu, pihaknya akan meminta laporan terkait penggunan dana BOS dan BOSDA tahun 2017 dan 2018.

Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono.

Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono menjelaskan, bahwa pihak juga tengah melakukan pemeriksaan. 

"Kami dari Dindik ajukan pemeriksaan. Inspektorat didampingi BKPP. Pemeriksaannya kita tunggu saja hasilnya," ucapnya. 

Saat ditanyakan terkait alokasi penggunaan dana BOS, Taryono mengaku bahwa tak ada persentase yang mengatur terkait penggunaan dana BOS. 

"Pengadaan buku sudah dianggarakan dalam BOS, yang buku siswa ditanggung BOSDA, gak ada persentase, semua buku pelajaran gratis," tukasnya.(RMI/HRU)

KOTA TANGERANG
Kasus Covid-19 Meningkat, Kota Tangerang Terapkan WFH 50 Persen

Kasus Covid-19 Meningkat, Kota Tangerang Terapkan WFH 50 Persen

Jumat, 21 Januari 2022 | 21:51

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang akan membatasi mobilisasi masyarakat dengan menerapkan work from home (WFH) sebesar 50 persen terhadap perkantoran dan institusi pemerintah

HIBURAN
Heboh Video Syur Diduga Mirip Nagita Slavina, Ini Hasil Analisa Roy Suryo

Heboh Video Syur Diduga Mirip Nagita Slavina, Ini Hasil Analisa Roy Suryo

Minggu, 16 Januari 2022 | 17:14

TANGERANGNEWS.com-Jagad Media sosial dihebohkan dengan video syur yang memperlihatkan seorang perempuan dengan wajah diduga mirip Nagita Slavina

BANDARA
6 Pegawai Positif COVID-19, Imigrasi Soekarno Hatta Swab Massal

6 Pegawai Positif COVID-19, Imigrasi Soekarno Hatta Swab Massal

Rabu, 19 Januari 2022 | 19:16

TANGERANGNEWS.com-Imigrasi Soekarno-Hatta mencatat, pada awal tahun 2022 ada enam pegawai yang terdiri dari 5 ASN dan 1 Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) terkonfirmasi positif Covid-19

TANGSEL
Pemuda dan Mahasiswa Bersatu Dukung Pemekaran Kota Tangerang Tengah

Pemuda dan Mahasiswa Bersatu Dukung Pemekaran Kota Tangerang Tengah

Sabtu, 22 Januari 2022 | 20:37

TANGERANGNEWS.com-Pemuda dan mahasiswa di wilayah rencana pembentukan Tangerang Tengah bersatu mendeklarasikan diri mendukung wacana terkait pemekaran wilayah

"Ambil Lompatan Keyakinan dan Mulailah Tahun Baru yang menakjubkan ini dengan rasa percaya"

Sarah Brightman