Connect With Us

Blangko Terbatas, Disdukcapil Tangsel Prioritaskan Pemohon KTP-el Pemula

Rachman Deniansyah | Jumat, 12 Juli 2019 | 20:57

Ilustrasi E-KTP. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com –Pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di Kota  Tangerang Selatan (Kota Tangsel) diutamakan bagi pemohon pemula berusia 17 tahun. Pasalnya, persediaan blanko terbatas.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel Dedi Budiawan mengatakan, pihaknya hanya mendapat jatah 500 blangko setiap minggu untuk memenuhi kebutuhan 100 blangko per hari. Namun, dalam sehari pemohon mencapai 1.000 orang.

"Jumlah pemohon pemula bisa mencapai 200 per hari. Karena tidak cukup, maka kita prioritaskan untuk pemohon pemula saja atau yang baru berusia 17 tahun," kata Dedi saat dihubungi TangerangNews, Jumat (12/7/2019).

BACA JUGA:

Dedi menjelaskan, 100 blangko yang disediakan setiap harinya dibagi untuk 7 Kecamatan.

"Pondok Aren dan Pamulang 20 blangko. Ciputat, Ciputat Timur, dan Serpong 15 blangko. Serpong Utara 10 blangko, dan Setu 5 blangko perhari," jelas Dedi.

Di luar kebijakan itu, kata Dedi, pemohon hanya diberikan surat keterangan (suket) sebagai pengganti KTP-el.

"Kalau yang lain seperti pemutakhiran data, pindah domisili, atau pemilik KTP-el yang hilang, saat ini kami berikan dengan suket dulu," pungkasnya.(MRI/RGI)

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

KAB. TANGERANG
Kemarau Ekstrem, Warga Cukanggalih Tangerang Terpaksa Tempuh 2 KM Demi Dapatkan Air Bersih

Kemarau Ekstrem, Warga Cukanggalih Tangerang Terpaksa Tempuh 2 KM Demi Dapatkan Air Bersih

Selasa, 29 September 2026 | 22:57

Dampak kemarau panjang yang telah berlangsung selama enam bulan terakhir membuat warga Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, mengalami krisis air bersih yang parah.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill