Connect With Us

Periksa 30 Saksi, Polisi Sebut Tidak Temukan Bukti Kekerasan Terhadap Aurel

Rachman Deniansyah | Selasa, 13 Agustus 2019 | 19:39

| Dibaca : 476

Konferensi pers pengungkapan kasus meninggalnya Aurellia Qurratuaini, Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangsel, Selasa (13/8/2019). (TangerangNews/2019 / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Setelah 13 hari kematian Aurellia Qurratuaini, Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Polres Tangsel mengungkap hasil penyelidikannya. 

Polisi menyebut, tidak menemukan bukti kekerasan dan penganiayaan terhadap Aurel.

"Kita belum menemukan adanya bukti penindakan kekerasan atau penganiayaan," Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangsel, Selasa (13/8/2019).

Konferensi pers pengungkapan kasus meninggalnya Aurellia Qurratuaini, Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangsel, Selasa (13/8/2019).

Selama 13 hari itu, kata Ferdy, pihaknya telah memeriksa 30 orang saksi, antara lain, kedua orang tua Aurel, petugas yang memandikan jenazah, rekan sesama anggota Paskibraka, pelatih dari TNI dan Purna Paskibrakan Indonesia, serta dokter yang menangani Aurel. 

Baca Juga :

"Keterangan yang diberikan sama, bahwa tidak ada bekas kekerasan yang nampak di tubuh almarhum (Aurel)," ucap Ferdy. 

Ferdy menyebut bahwa fakta itu berbeda dengan kabar yang beredar dipemberitaan selama ini. Sebelumnya diduga, kematian Aurel terkait dengan pola pelatihan yang sedang dilakukannya sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Tangsel. 

Sementara, soal luka lebam pada bagian kepalan tangan Aurel, menurutnya luka lebam itu diduga karena pola pelatihan peningkatan kedisiplinan seperti lari dan push up dengan tangan mengepal. Menurutnya, yang dilakukan oleh pelatih bukanlah kekerasan. 

"(Melainkan) tindakan dalam rangka meningkatkan disiplin dan ketahanan fisik yang dilakukan oleh PPI," pungkasnya.(RMI/HRU)

SPORT
Raihan Tiga Poin Jadi Pembuktian Skuad Pendekar Cisadane

Raihan Tiga Poin Jadi Pembuktian Skuad Pendekar Cisadane

Senin, 29 November 2021 | 16:06

TANGERANGNEWS.com – Kemenangan dengan menggondol tiga poin yang diraih Persita Tangerang saat kontra PSS Sleman di Stadion Manahan

TANGSEL
Puluhan Ribu Pelaku UMKM di Tangsel Belum Miliki Legalitas Usaha

Puluhan Ribu Pelaku UMKM di Tangsel Belum Miliki Legalitas Usaha

Senin, 29 November 2021 | 20:57

TANGERANGNEWS.com-Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Tangerang Selatan, Deden Deni mengungkapkan masih banyak pelaku usaha di wilayahnya yang belum memiliki legalitas dalam usahanya

TOKOH
Banting Mahasiswa di Tangerang, IPW: Brigadir NF Langgar Protap

Banting Mahasiswa di Tangerang, IPW: Brigadir NF Langgar Protap

Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:23

TANGERANGNEWS.com–Indonesia Police Watch (IPW) menilai tindakan oknum polisi Brigadir NP yang membanting mahasiswa saat pengamanan unjuk rasa rasa di depan Kantor Bupati Tangerang, Banten

OPINI
Setop Propaganda Seks Bebas di Kampus Berkedok Anti-Kekerasan Seksual!

Setop Propaganda Seks Bebas di Kampus Berkedok Anti-Kekerasan Seksual!

Senin, 15 November 2021 | 16:59

TANGERANGNEWS.com-Seorang bandar narkoba mendatangi kepala sekolah SMA dan minta kepala sekolah melarang penjualan semua jenis narkoba apa pun kepada para siswa. Tentu seruan ini bagus dan disambut baik oleh kepala sekolah

"Membuat Janji dan Menepatinya adalah cara terbaik membangun merek"

Seth Godin