Connect With Us

Hendak Diwisuda, Mahasiswa UIN Ciputat Jadi Korban Tabrak Lari

Yudi Adiyatna | Minggu, 1 Desember 2019 | 11:36

Terjadi peristiwa kecelakaan di Jalan Tarumanegara, Pisangan, Ciputat Timur, Tangsel yang menewaskan seorang mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Minggu (1/12/2019). (@TangerangNews / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Nurul Faqih, meninggal dunia akibat kecelakaan bermotor di Jalan Tarumanegara, Pisangan, Ciputat Timur, Tangsel, Minggu (1/12/2019) pagi tadi. 

Nahasnya, korban yang diketahui merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Jakarta angkatan 2015 tersebut, mengendarai sepeda motor menuju kampusnya untuk melakukan prosesi wisuda yang telah diimpikannya selama empat berkuliah.

BACA JUGA:

"Beliau menjadi korban tabrak lari di depan Bens Radio Ciputat tadi pagi dan meninggal dunia di tempat," jelas Ali, salah seorang saksi mata kepada Tangerangnews.com

Nurul Faqih diketahui merupakan warga Indramayu, Jawa Barat. Saat kejadian dirinya sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion dengan nomor polisi E-6276-QI. 

"Tadi Polisi dari Polsek Ciputat sudah datang dan langsung mengevakuasi korban, "tuturnya.(RAZ/RGI)

BISNIS
Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Mau Jualan saat Ramadan 2027? Simak Perubahan Kebiasaan Belanja Konsumen Mulai dari 10 Hari Pertama Puasa

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:30

Bulan suci Ramadan 2027 tinggal beberapa bulan lagi. Moment ini biasanya dimanfatkan banyak orang untuk berjualan mulai dari takjil, busana muslim dan beragam produk lainnya.

SPORT
Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:22

Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill