Connect With Us

Penemuan Potongan Kaki di Japos Tangerang Selatan Ternyata Penderita Diabetes, Polisi : Siapa yang buang ? 

Rachman Deniansyah | Jumat, 19 Maret 2021 | 18:40

Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin saat menjelaskan peristiwa penemuan potongan kaki manusia di sekitar Masjid Jami An Ni'mah, Perumahan Japos Graha Lestari, Jurangmangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Polisi temukan adanya jejak medis pada potongan kaki manusia yang ditemukan di Masjid Jami An Ni'mah, Perumahan Japos Graha Lestari, Jurangmangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (19/3/2021) pagi. 

 

Jejak medis tersebut ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang. 

 

"Terkait temuan yang tadi pagi, kami sudah membawa kaki kanan tersebut ke RSUD Tangerang. Sementara ini hasil dari pemeriksaan medis dari potongan kaki tersebut ditemukan luka, diduga adalah penderita diabetes melitus," ujar Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin di Mapolsek Tangsel.

 

"Dugaan awalnya dari pemeriksaan dokter, ini keterangan dokter, kaki hasil proses amputasi terhadap penderita diabetes melitus. Namun demikian, kami dari satreskrim melakukan penyelidikan untuk memastikan hal tersebut," tambahnya. 

 

Dari hasil pemeriksaan medis, diduga potongan tersebut merupakan hasil operasi pemotongan anggota badan atau biasa disebut amputasi. 

 

"Jadi hasil pemeriksaan medis bekas potongannya itu potongan operasi amputasi. Tapi itu baru dugaan sementara," kata Iman. 

Baca Juga :

 

Jika benar potongan kaki kanan manusia tersebut merupakan hasil amputasi, Iman menegaskan pihaknya akan mencari pembuang potongan kaki tersebut. 

 

"Kalau pun itu milik penderita diabetes melitus, kita akan pastikan itu milik siapa. Kita tetap melakukan penyelidikan terhadap temuan tersebut," tegasnya. 

 

Iman memastikan, bahwa potongan kaki manusia tersebut merupakan potongan kaki orang dewasa.

 

Untuk selanjutnya, hingga kini Iman belum dapat memastikan terkait penemuan kaki tersebut.

 

"Kaki kanan. Kaki orang dewasa. Sementara dugaannya seperti itu. Kami masih menggali berbagai informasi dari rumah sakit rumah sakit dan balai pengobatan," pungkasnya.

BANTEN
Sukses Jalankan Program Desa Berdaya, PLN UID Banten Borong Dua Penghargaan Platinum La Tofi 2026 

Sukses Jalankan Program Desa Berdaya, PLN UID Banten Borong Dua Penghargaan Platinum La Tofi 2026 

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:04

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua predikat Platinum Alignment pada ajang La Tofi 2026.

TOKOH
Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Richard Lee Siap Buka Seluruh Fakta, Tantang Doktif Hadir ke Persidangan

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:28

Richard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.

BANDARA
Fasilitas Learning Center di Bandara Soetta Kini Terbuka untuk Seluruh Industri Aviasi

Fasilitas Learning Center di Bandara Soetta Kini Terbuka untuk Seluruh Industri Aviasi

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 19:15

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memperluas fungsi InJourney Airports Learning Center (IALC) di kawasan Bandara Soekarno-Hatta agar dapat diakses oleh seluruh pelaku industri aviasi nasional maupun global.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill