Connect With Us

Polisi Akan Periksa Kontraktor Underpass Bandara Soetta

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 6 Februari 2018 | 13:00

| Dibaca : 1266

Kapolresta Bandara Soekarno Hatta, Kombes Akhmad Yusep, saat melakukan Periksaan Kontraktor Underpass di Bandara Soetta, Selasa (6/2/2018). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com - Tembok sepanjang 20 meter di underpass Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno Hatta, ambrol hingga menyebabkan satu korban tewas. Polisi pun berencana memeriksa PT Waskita selaku kontraktor yang mengerjakan tembok tersebut.

"Tidak menutup kemungkinan kami lakukan pemeriksaan (kontraktor) apabila melihat petunjuk Labfor," kata Kapolresta Bandara Soekarno Hatta, Kombes Akhmad Yusep Gunawan, Selasa (6/2/2018).

BACA JUGA:

Yusep mengatakan, pihaknya akan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, sejumlah saksi juga akan diperiksa. Sementara olah TKP segera dilakukan setelah pihak Puslabfor Polri datang.

"Kita juga sudah kirim surat memohon pihak labfor secepatnya membantu olah TKP untuk mengetahui apa penyebab, dan melihat penyebab terjadinya runtuhnya tembok ini," ucap Yusep.

Untuk diketahui, satu dari dua korban longsor bernama Dyani Putri meninggal dunia usai berhasil dievakuasi dini hari tadi. Dia meninggal di RS Mayapada saat penanganan medis.(RAZ/RGI)

NASIONAL
Kerusakan Pipa Air Baku Aetra Tangerang Diperbaiki, Suplai Kembali Normal

Kerusakan Pipa Air Baku Aetra Tangerang Diperbaiki, Suplai Kembali Normal

Rabu, 15 Agustus 2018 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Pada hari Sabtu (11/8/2018) Aetra Tangerang berhasil menyelesaikan perbaikan kerusakan pipa air baku yang terjadi sejak hari Kamis (9/8/2018) lalu.

BANDARA
Dirjen Imigrasi Sidak Kesiapan Pelayanan Keimigrasian di Bandara Soetta

Dirjen Imigrasi Sidak Kesiapan Pelayanan Keimigrasian di Bandara Soetta

Senin, 24 September 2018 | 16:00

TANGERANGNEWS.com-Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Ronny Franky Sompie melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Senin (24/9/2018).

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie