Connect With Us

Pramugari Cantik Asal Pamulang Tangsel Jadi Korban Pesawat Sriwijaya Air

Rachman Deniansyah | Minggu, 10 Januari 2021 | 15:27

Korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Isti Yudha Prastika, 35, Tangsel, Minggu (10/1/2021). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Wanita cantik asal Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Isti Yudha Prastika, 35, ikut menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu, tepatnya antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Sabtu (9/1/2021) kemarin.

Isti begitu ia akrab disapa, merupakan pramugari dari salah satu maskapai yang menjadi anak perusahaan Sriwijaya Air, yakni Nam Air.

Namun saat insiden nahas itu terjadi, Isti tidaklah sedang bertugas. Nama Isti tercantum di dalam daftar penumpang karena selanjutnya ia akan bertugas menjadi pramugari maskapai Nam Air, untuk lepas landas dari Pontianak.

Hal itu diceritakan kakak kandung korban, Irfan Defrizon, 37 saat ditemui di kediaman orang tuanya yang terletak di Perumahan Reni Jaya, Jalan Sumatera 9 Blok K 3/ 11, Pondok Benda, Pamulang, Minggu (10/1/2021). 

"Ya adik kandung saya menjadi salah satu penumpang di dalam pesawat itu (Sriwijaya Air)," ujar Irfan kepada Tangerangnews.

Baca Juga :

Irfan beserta keluarganya yang lain, baru mendapat kabar sekitar pukul 16.00 WIB. Ketika banyak media yang memberitakan terkait adanya pesawat yang hilang kontak saat lepas landas dari Jakarta ke Pontianak. 

Namun saat itu, ia pun hanya dapat berpasrah dan berharap adik kandungnya tak berada di dalam pesawat nahas tersebut. 

"Baru bangun tidur saya melihat berita Sriwijaya Air hilang dan lepas kontak. Saya langsung kepikiran adik saya aja. Mudah-mudahan bukan adik saya yang di dalam. Ternyata sekitar pukul 17.00 WIB lewat itu, abang saya ngabarin bahwa adik saya ada di dalam situ, ada di dalam Sriwijaya yang jatuh, tahu dari suaminya," tutur Irfan sembari tertunduk mengingat sang adik. 

Sontak, Irfan pun langsung pergi menuju ke rumah orang tuanya tersebut. Ia begitu syok, sebab tak lama sebelum pesawat itu jatuh, Isti sempat menghubungi istrinya.

Namun sayang, momen komunikasi yang mungkin menjadi terakhir kalinya itu tak sempat diangkat oleh istrinya. 

"Terakhir (Isti) kontak ibu saya itu malemnya, Jumat malem. Adik saya sempet video call, nelpon istri saya juga, tapi sayang enggak sempat diangkat karena lagi tidur," tuturnya. 

Pantauan di rumah duka kini mulai dipenuhi sanak saudara yang ditinggalkan wanita kelahiran 21 Juni 1986 tersebut. Meski kondisi terkini Isti belum dapat dipastikan. 

Sementara itu, kedua orang tua korban saat ini sudah bertolak ke Bandara Soekarno-Hatta untuk menjalani pemeriksaan DNA. (RAZ/RAC)

TANGSEL
Polemik Jabatan Sekda, Pemkot Tangsel Ajak Mahasiswa Diskusi Terbuka

Polemik Jabatan Sekda, Pemkot Tangsel Ajak Mahasiswa Diskusi Terbuka

Selasa, 3 November 2026 | 19:06

Menanggap aksi mahasiswa, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel Tubagus Asep Nurdin, menyatakan bahwa pihaknya memandang dinamika dan perbedaan pandangan publik sebagai bagian yang menyehatkan

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

OPINI
Pembangunan untuk Kepentingan Umum, Tetapi Bagaimana dengan Keadilan Bagi Pemilik Tanah?

Pembangunan untuk Kepentingan Umum, Tetapi Bagaimana dengan Keadilan Bagi Pemilik Tanah?

Selasa, 3 November 2026 | 23:36

Pembangunan jalan tol sering dianggap sebagai salah satu tanda kemajuan suatu daerah. Selain mempermudah perjalanan, keberadaan jalan tol juga diharapkan dapat mendorong kegiatan ekonomi masyarakat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill