Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One
Senin, 5 Oktober 2026 | 18:54
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TANGERANGNEWS.com-Depresi tak bisa memenuhi tuntutan ketiga istrinya, Muhyudin, 37, harus mengakhiri hidupnya dengan menggantungkan diri menggunakan kain kerudung yang diikatkan ke leher dan ke atas loteng rumah kontrakannya.
Kejadian tersebut berlangsung di Gang Nurul Ikhsan 1V RT 94/13, Kelurahan Peninggilan Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Kamis (8/2/2018).
Kapolsek Ciledug Kompol Supiyanto mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh Istri keduanya, Sujiyati pada pukul 03.00 WIB dalam keadaan diri tergantung. "Sebelum kejadian mereka sempat bergadang di kontrakannya sambil minum kopi," ujarnya, siang ini.
BACA JUGA:
Kapolsek menerangkan, ketika itu pula, korban terlihat gelisah dengan berjalan mondar-mandir ke jalan raya. "Setelah itu korban masuk ke dalam kontrakan, sedangkan para Istrinya masih duduk-duduk di depan rumah," terangnya.

Berselang beberapa menit, di saat Sujiyati masuk ke dalam kontrakan untuk menyimpan gelas kopi, korban pun ditemukannya sudah menggantung diri.
Polisi pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan proses identifikasi. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.
Menurut Kapolsek, sesuai dengan keterangan yang didapatkannya melalui Istrinya korban mengalami depresi lantaran tidak dapat memenuhi tuntutan para Istrinya.
"Berdasarkan keterangan dari Istrinya, korban mengalami stres karena ada tututan dari Istri lainnya mengingat korban mempunyai 3 Istri," tuturnya.(RAZ/RGI)
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana gempa bumi, khususnya ancaman gempa dahsyat dari zona Megathrust.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews