Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026
Senin, 6 Juli 2026 | 12:59
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 90 delegasi daerah Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) menghadiri wellcome dinner kegiatan Rapat Kerja Nasional Apeksi ke XIV di The Rennesaince, Kota Semarang, Selasa (2/7/2019).
Kegiatan yang akan berlangsung mulai 3 sampai 5 Juli 2019 itu diikuti oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota se-Indonesia yang tergabung dalam Apeksi, tak terkecuali Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Dalam sambutanya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebut, 90 daerah telah hadir di acara tersebut. Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan kegiatan.
Baca Juga :
"Atas nama pemerintah Kota Semarang, kami ucapkan selamat datang di rakernas Apeksi. Ini event luar biasa. Antar kepala daerah bisa berkomunikasi. Kita saling isi. Kalau kita bisa lakukan secara kontinyu, Indonesia akan semakin maju," ucapnya.
Sementara itu, Airin yang juga menjabat Ketua Dewan Pengurus Apeksi dalam sambutannya berharap, pasca-Pilpres 2019, para Kepala Daerah yang tergabung dalam Apeksi dapat bekerja lebih maksimal dalam pembangunan bangsa.
"Pilpresnya sudah selesai ,mari kita menyambut tugas amanah kita sebaik-baiknya. Kami atas nama pengurus rakernas Apeksi, berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.Terimakasih kepada Wali Kota Semarang dan jajarannya yang telah menyambut tamu dan perwakilannya hadir di kota Semarang," kata Airin.
Beragam kegiatan akan dihelat selama rakernas diantaranya pawai karnaval budaya, Indonesia expo dan penanaman pohon khas daerah oleh para Wali Kota yang hadir.(RMI/HRU)
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
TODAY TAGPemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews